Kamis, 10 Mei 2012
Benarkah "Siklus" Banjir di Sampang???
Semua warga Sampang pastinya sudah tahu bahwa siklus banjir Sampang terjadi 10 tahun sekali. Nah bahayanya, diperkirakan terjadi lagi tahun ini. (1991-2001-2011)
Menurut salah satu pakar menyebutkan ada 4 faktor:
1. Dari segi Biologi
Daerah Sampang merupakan daerah yang kurang "Ruang Terbuka Hijau". Untuk dapat mencegah banjir tersebut harus memenuhi quota 70%. Tapi Sampang hanya memiliki 15%. Jadi masih kurang 55%. Sungguh sangat memprihatinkan.
2. Dari segi Geografi
Kita tahu bahwa Sampang merupakan daerah dataran rendah. Dibandingkan daerah utara dan selatannya, Sampang adalah yang terendah. Bisa dibayangkan seperti sebuah mangkok, Sampang adalah bagian tengahnya. Ditambah lagi bentuk sungai yang rectangular (berkelok-kelok) sehingga mudah sekali terjadi pengendapan dan pendangkalan. Jadi sangat rawan sekali terhadap banjir.
3. Dari segi Sosiologi
Orang-orang di sekitar Sampang sungguh sangat kurang dalam berinteraksi. Dapat dilihat dari pejabat-pejabat yang datang mengunjungi korban banjir hanya melambaikan tangan dan bukannya menyanyakan tentang keadaan para korban. Sungguh sangat ironi dan disayangkan. Andai saja lebih peduli mungkin para korban dapat terkurangi penderitaannya.
4. Dari segi Antropologi
Jika dilihat dari segi ini, sungguh terlihat suatu hal yang menarik. Karena seringnya banjir di Sampang, maka banyak para korban yang tidak melewatkan peristiwa tersebut untuk mencari kesenangan anaknya yaitu untuk dijadikan kolam renang umum. Hanya dengan sebuah ban bekas sebagai pelampung maka berenanglah mereka. Di sisi lain, orang-orang yang tidak terkena banjir juga ikut bersenang-senang dalam "WaterPark" tersebut. Ini merupakan suatu hal yng sangat lucu, banjir didatangi tapi jika banjir mendekat mereka lari. Yang lebih parah lagi saat banjir, banyak warga yang sengaja membuang sampah-sampah yang tidak bisa digunakan lagi guna dihanyutkan beserta banjir tersebut. Maka dari itu banjir akhir-akhir ini terjadi lebih lama dari biasanya. Bayangkan yang biasanya hanya beberapa jam saja terakhir kemarin bisa sampai dua hari baru surut.
Jika saja pemerintah atau warga Sampang ada yang kreatif dan mampu melaksanakan perubahan kepada kota Sampang ini, maka hal ini mungkin tidak akan terjadi sampai berlarut-larut dan bertambah parah. Jika ada saran dan kritik silahkan postkan komentar anda di bawah ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
Kritik anda adalah kemajuan kami