Pages

Minggu, 12 April 2015

PN Tolak Gugatan Suyanto Cs - koran Radar Madura



Terkait Sengketa Lahan di Jalan Makboel

Kota – Masih ingat kasus sengketa tanah di Jalan Raya Makboel Kelurahan Polagan, Kota Sampang. Dalam sengketa tanah tersebut, Suyanto cs selaku penggugat menggugat sekitar 11 tergugat. Diantaranya Badrut Tamam, Dinas Peternakan Jawa Timur dan sejumlah tergugat lainnya. Akan tetapi, Pengadilan Negeri (PN) Sampang menolak gugatan Suyanto cs.
PN Sampang menolak gugatan tersebut dengan alasan, lahan tanah yang digugat Suyanto cs dinilai salah objek. “Objek yang dimaksud penggugat ada di Dusun Bentar Alam, yaitu di selatan Kelurahan Polagan. Sementara tanah milik saya berbeda”, kata Badrut Tamam kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin (29/1).
Menurut Badrut Tamam, dari hasil penolakan gugatan sudah membuktikan jika kepemilikan tanah yang selama ini dituding milik penggugat tidak terbukti. “Berarti tanah itu bukan miliknya (Suyanto, Red)”, katanya.
Saat dikonfirmasi, Suyanto tidak banyak memberikan keterangan. Dia mengaku, saat putusan sengketa tanah yang digelar Rabu (28/1) lalu dirinya tidak hadir dalam persidangan. “Saya belum tahu apa putusannya, sampean langsung ke pengacara saya, Mulyadi”, singkatnya. Sayangnya Mulyadi yang dihubungi melalui nomor teleponnya tidak aktif.
Sementara itu, Majelis Hakim PN Sampang Efrida Yanti mengatakan, dalam pokok perkaranya, gugatan para penggugat tidak dapat diterima. “Dari persidangan, yang menggugat tidak hadir, begitu juga kuasa hukumnya. Alasannya, ada acara lain dengan mengirim surat”, katanya.
Diterangkan, dalam gugatan rekonvensi yang diajukan para penggugat tidak terima. Sementara dalam konvensi dan rekonvensinya menghukum penggugat konvensi untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.443.900. “Jika mereka (Penggugat, Red) tidak menerima keputusan ini, mereka boleh mengajukan gugatan kembali”, lanjut Efrida Yanti.
Seperti diberitakan sebelumnya, Suyanto beserta penggugat lainnya menggugat 11 orang tergugat. Pihak penggugat tidak terima karena mengklaim tanah leluhurnya dipinjam oleh Dinas Perikanan Provinsi jatim. Akan tetapi, setelah beberapa tahun terakhir, tanah tersebut bersertifikat orang lain, salah satunya Badrut Tamam. (c10/dry)

Selasa, 12 Februari 2013

TRPH (week 1)

Teknologi Reservoir dan Pemrosesan Hidrokarbon
Tanggal 11 Februari 2013
oleh Bapak Mukhtasor

Reservoir merupakan tempat terkumpulnya minyak dan gas bumi
Refinery = kilang minyak
Crude oil = minyak mentah - Nantinya diolah menjadi pertamax, solar, oli, dll (bahan bakar minyak)

          Proses injeksi disebut dengan EOR (Enhanced Oil Recovery). Alasan dilakukan EOR karena jumlah cadangan hidrokarbon masih cukup namun tekanan sudah menurun. Tujuan EOR yaitu meningkatkan faktor perolehan minyak, mengurangi saturasi minyak residual, menurunkan viskositas minyak yang terdapat dalam reservoir, mengurangi tekanan kapiler pada sistem fluida batuan reservoir, memberikan driving force pada laju produksi minyak yang sudah rendah, meningkatkan areal sweep efficiency


Ada tiga macam teknik EOR yang umum:
1. Teknik termal: menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
2. Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
3. Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.


Materi yang akan dibahas:
a. Fasilitas produksi
b. Komponen-komponen yang dibutuhkan
c. Cara mendesain

         Buku yang digunakan berjudul "Surface Production Operations : Design of Oil handling System and Facilities" volume 1 second edition karangan Ken Arnold dan Maurice Steaward. Buku yang berbahasa Indonesia berjudul "Pengantar Teknologi Operasi Produksi Minyak dan Gas"

Tugas: Siapkan powerpoint tentang proses terbentuknya dan kandungan minyak

PBL 1 (week 1)

Perancangan Bangunan Lepas Pantai I
Tanggal 11 Februari 2013
oleh Bapak Joswan J. Soedjno

Penilaian :
Absensi 10%
UTS 25%
Tugas 25%
UAS 40%

Oil Geology

Requirement for an oilfield (oil and/or gas):
1. Source rock - e.g. organic rich
    e.g. 99% mineral and 1% organic (oil)
    sedimentary rock
    plant material - leave - source of material gas
    marine algae (ganggang) - plankton algae - original source of oil
2. Maturation of source rock
    source rock : containing suitable organic matter which under this condition of heat, pressure, and time
    produce hydrocarbon 
    organic matter decompose - break down
3. Reservoir rock
    not totally full with oil - bad water
    10%-15% oil from the rock
    good recovery 40%-60% yang terjebak di dalam rock
    secondary recovery dilakukan agar mendapatkan lebih banyak minyak (gas or water injection)
    harus memiliki propensity (pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran)
    harus memiliki permeability (kemampuan membran dalam meloloskan partikel untuk menembusnya) 

Statistika Rekayasa (week 1)

Statistika Rekayasa dan Analisis Keandalan Resiko
Tanggal 11 Februari 2013
oleh Bapak Mukhtasor

          Buku yang digunakan berjudul "Prinsip-prinsip Statistik untuk Teknik dan Sains" terbitan Erlangga pada tahun 2005 karangan Ir. Harinaldi, M.Eng.

          Statistika merupakan Metode ilmiah untuk mengumpulkan, mengklasifikasi, meringkas, menyajikan, menginterpretasikan dan menganalisis suatu data.

          Mengumpulkan data merupakan hal yang penting dalam dunia engineer. Tanpa adanya data maka engineer tidak bisa melakukan apa-apa. Dalam hal ini seorang engineer harus pandai dalam mencari data dan harus sedetail mungkin dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

          Mengklasifikasikan data yang sudah dikumpulkan merupakan tindakan yang kita lakukan selanjutnya. Karena kita tahu data yang dikumpulkan oleh seorang engineer bukan hanya 10 atau 20, tetapi bisa ratusan, ribuan bahkan jutaan data yang terkumpul. Jadi agar tidak bingung, maka harus kita klasifikasi ke dalam bebrapa kelompok, sehingga mudah dipahami serta digunakan.

         Meringkas data yang telah diperoleh dengan mengambil pokok-pokok dari data tersebut. Dari data yang berlembar-lembar bisa teringkas menjadi sselembar saja. Contohnya seorang menteri diminta hanya mengumpulkan selembar laporan oleh presiden. Padahal kita tahu bahwa setiap menteri memiliki beberapa bawahan yang masing-masing mengumpulkan laporan untuk setiap pekerjaannya.

          Menyajikan data dengan baik, sehingga orang lain tidak bingung atau salah paham terhadap hasil pekerjaan kita. Harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Oleh karena itu sangatlah penting untuk seorang engineer menguasai bahasa Indonesia yang baik terlepas dari penguasaan bahasa asing yang akan dipakai dalam bekerja nantinya.

          Menginterpretasikan juga merupakan pemaknaan dari hasil pekerjaan kita. 

          Menganalisis data, yaitu membandingkan data dari variabel satu dengan variabel yang lain. Maksudnya membandingkan sutu faktor x dengan faktor y atau faktor-faktor yang lain.

Jumat, 18 Mei 2012

Instant Is Not Always Good!!!

Pada zaman modern seperti sekarang ini, semua hal yang kita lakukan harus serba cepat. Oleh karena itu kita biasanya menggunakan suatu alat yang bisa mempercepat kerja kita. Dengan alat tersebut, maka kerja kita akan selesai dengan seketika. Hal ini yang bisa disebut dengan sesuatu yang "instan".

Banyak hal yang satu-persatu dibuat instan. Namun yang perlu kita ketahui adalah tidak selamanya hal yang instan itu baik untuk kita. Mungkin dalam hal waktu, sesuatu yang instan itu bisa sangat membantu kita. Tapi jika kita telusuri dengan seksama, sesuatu yang instan itu bisa merusak di segi lain seperti contoh merusak kesehatan, kekreatifan, ketahanan, kebiasaan dan kecerdasan.

Dalam hidup, kita akan belajar baik secara formal maupun non formal. Hal itu kita lakukan setiap hari terus-menerus hingga ajal kita menjemput. Dalam belajar itu, apabila kita selalu menggunakan sesuatu yang instan maka otak kita tidak lagi akan bisa berpikir dengan kemampuannya secara optimal karena terbiasa dimanjakan dengan sesuatu yang instan. Apabila peristiwa ini dilakukan secara terus-menerus maka lama-kelamaan kita akan mengalami ketergantungan kepada sesuatu yang instan. Jika hal tersebut tidak ada, maka kita tidak bisa melakukan apa-apa. Tentulah hal ini sangat buruk dan harus dihindari dalam kehidupan kita.

Contoh sederhana yang bisa diambil yaitu mie instan. Dengan adanya mie instan kita tidak usah repot-repot membuat masakan dan meracik bumbu. Tapi jika terus-menerus makan mie instan, pertama usus kita akan terpenuhi oleh bahan-bahan pengawet yang ada di dalam mie tersebut, kedua kita tidak bisa membuat makanan lain selain mie karena tidak pernah belajar untuk memasak makanan lain, ketiga adanya rasa kecanduan atau kebiasaan akan memakan mie instan setiap harinya.

Contoh yang lebih tinggi lagi namun kenyataannya sangat diperlukan yaitu Handphone. Handphone merupakan alat yang bisa membantu kita berkomunikasi secara instan baik berbentuk suara, teks atau dengan teknologi terbaru yaitu video calling. Dalam hal ini jarak tidak akan menjadi masalah untuk kita berkomunikasi. Namun lagi-lagi hal yang merusak antara lain yaitu radiasi dari handphone dan ketergantungan kita kepada handphone. Adakah saat ini orang yang tidak mempunyai handphone? Dari anak kecil hingga dewasa, dari yang miskin sampai yang kaya rata-rata memiliki handphone. Jika kita tidak memegang handphone satu menit saja, rasanya seperti tertinggal sejuta informasi. Padahal pada zaman dahulu meskipun tidak memiliki handphone, kita tetap bisa mendapatkan informasi.

Contoh lain yaitu kendaraan. Kendaraan yang semakin canggih bisa membawa kita ke tempat yang jauh tanpa membutuhkan waktu yang lama. Hal ini tentunya berdampak buruk bagi kesehatan karena semakin malasnya kita untuk berolahraga.

Masih banyak hal instan lainnya dalam hidup ini yang tanpa kita sadari perlahan-lahan merusak diri kita. Kita boleh memakai hal yang instan itu namun dalam keadaan tertentu dimana kita harus menggunakannya. Tapi alangkah baiknya jika kita tidak bergantung pada hal-hal tersebut karena konsekuensinya sangat berat namun kita terima secara sedikit demi sedikit sehingga kita tidak sadar akan hal itu. Lebih baik kita mengutamakan dan membiasakan pola hidup sehat, kreatif, dan cerdas daripada pola hidup instan yang hanya membawa sedikit manfaat untuk hidup kita.